08 January 2011

Jiwa Muda Si Gadis.....


Kadang-kadang ada Si Gadis punya perasaan seperti ini.....

  • Kadang-kadang Si Gadis terasa seperti mahu memakai pakaian seperti  ni atau pakaian-pakaian yang sewaktu dengannya. Mahu tunjukkan dengan orang lain bahawa "Saya juga boleh jadi cantik macam kamu!". "Saya juga punya bentuk badan yang menarik!". Tapi ada sesuatu yang menghalangnya.
 
  • Kadang-kadang Si gadis ingin tampil menawan seperti di atas. Dan ingin mengatakan kepada dunia yang "Saya juga jelita seperti kamu!" Tapi masih juga belum berani berbuat sedemikian kerana sesuatu sedang membaluti hatinya.
 
  • Kadang-kadang perasaan untuk bergembira seperti di atas juga datang. Ingin melayan perasaan gembira semahu-mahunya. Tapi.... kaki itu masih tetap tidak berganjak ke arah itu.


 

  • Si Gadis ingin mencuba segala yang datang dan menarik hatinya. Terlalu ingin. Tetapi Si Gadis masih di situ. Berusaha menahan segala godaan-godaan yang datang. Kerana dia menyayangi dirinya, menyayangi keluarganya. Dan yang paling utama kerana dia sedar dia wajib mematuhi Yang Maha Esa. Yang masih memberikannya peluang untuk menyedut udara di muka bumi. Meminjamkan kehidupan dunia ini kepadanya. Dan sedar bahawa amalan-amalan yang dilakukan tidak setanding dengan nikmat-nikmat yang diberikan oleh-Nya. Semoga hati Si Gadis itu diberi kekuatan menghadapi segala ujian itu.


"Hadist Tentang Rasa Malu
عَنْ أَبِي مَسْعُوْدٍ عُقْبَةَ بِنْ عَمْرٍو الأَنْصَارِي الْبَدْرِي رَضِيَ الله عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِنَّ مِمَّا أَدْرَكَ النَّاسُ مِنْ كَلاَمِ النُّبُوَّةِ الأُوْلَى، إِذَا لَمْ تَسْتَحِ فَاصْنَعْ مَا شِئْتَ

[رواه البخاري ]


Terjemah hadits / ترجمة الحديث :

Dari Abu Mas'ud, ‘Uqbah bin ‘Amr Al Anshari Al Badri radhiyallahu anhu, ia berkata : Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam telah bersabda : "Sesungguhnya diantara yang didapat manusia dari kalimat kenabian yang pertama ialah : Jika engkau tidak malu, berbuatlah sekehendakmu."

(Riwayat Bukhori)




Penjelasan:


Sabdanya “kalimat kenabian yang pertama”, maksudnya ialah bahwa rasa malu selalu terpuji dan dipandang baik, selalu diperintahkan oleh setiap nabi dan tidak pernah dihapuskan dari syari’at para nabi sejak dahulu.

Sabda beliau : “berbuatlah sekehendakmu” , mengandung dua pengertian, yaitu : pertama, berarti ancaman dan peringatan keras, bukan merupakan perintah, sebagaimana sabda beliau : “Lakukanlah sesuka kamu”
Yang juga berarti ancaman, sebab kepada mereka telah diajarkan apa yang harus ditinggalkan. Demikian juga sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam : “Barang siapa yang menjual khamr maka hendaklah dia memotong-motong daging babi”.

Tidak berarti bahwa beliau membenarkan melakukan hal semacam itu.

Pengertian kedua ialah hendaklah melakukan apa saja yang kamu tidak malu melakukannya, seperti halnya sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam : “Malu itu sebagian dari Iman”.

Maksud malu di sini adalah malu yang dapat menjauhkan dirinya dari perbuatan keji dan mendorongnya berbuat kebajikan. Demikian juga bila malu dapat mendorong seseorang meninggalkan perbuatan keji kemudian melakukan perbuatan-perbuatan baik, maka malu semacam ini sederajat dengan iman karena kesamaan pengaruhnya pada seseorang. Wallaahu a’lam."


- Hadist Arba'iin An-Nawawi - no 20
- Hadist Bukhari - no. 3483
- http://rumahislam. com


P/s : Hidup ini hanya sementara. Mati itu pasti! 
        Dunia hanya pinjaman. Akhirat itu Kekal!

4 comments:

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...